Twitter Follow Me

“This is just a random piece of text which can be replaced by a welcome message.

Wellcome

Selamat datang di blog kami,,kritik dan saran sangat berarti bagi kami!!!

Kamis, 18 Maret 2010

Bantu Remaja Cari Jati Diri

Published by Yayat laiha at 04.18

BAGI remaja, masa pencarian identitas diri adalah masa yang sangat penting. Proses ini melibatkan banyak orang. Nah, peran orangtua sangat penting membantu mereka menghadapi masa-masa ini.

Jati diri kerap diartikan sebagai identitas diri. ”Identitas diri sebetulnya cara bagaimana seseorang melihat dirinya. Identitas diri juga dikenal dengan istilah konsep diri,” kata psikolog anak dan remaja dari Empati Development Center, Dra Roslina Verauli MPsi.

Masa remaja adalah masa di mana mereka melalui proses pencarian jati diri, pada masa itu para remaja dituntut untuk memiliki rasa percaya diri. Psikolog yang akrab disapa Vera ini menuturkan, peran orangtua di masa anak mencari jati diri ini tentu saja sangat dibutuhkan. Orangtua bisa membantu mereka mengenali dirinya secara mendalam.

Peran orangtua bisa dilakukan dengan memberikan stimulasi yang memadai, menemukan dan mengenali bakat dan potensi anak. Orangtua juga bisa membantu anak mengenai temperamen dan kepribadiannya agar ia bisa beradaptasi dengan lingkungan sosialnya, mampu memecahkan masalah dengan baik. Kemampuan memecahkan masalah tersebut memungkinkan anak belajar dan berprestasi (baik di sekolah maupun di luar sekolah). Pada masa pencarian jati diri, anak juga dituntut mulai menyadari bakat yang dimilikinya, menyadari bahwa ia akan punya tujuan hidup berupa cita-cita. Nah, dalam hal ini orangtua bisa membantunya dengan mengenalkan model atau tokoh idola. Orangtua juga harus memberi nilai-nilai kehidupan (living values) yang positif, dan sebagainya.

”Pemahaman yang diberikan orangtua di masa pengembangan diri ini, kelak akan membantu anak mengenali dirinya, beradaptasi dengan lingkungan dan menghadapi tantangan kehidupan berupa tantangan karier dan lain sebagainya,” psikolog yang juga berpraktik di RS Cengkareng ini.

Sebetulnya proses pembentukan konsep diri atau jati diri merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. Mulai usia sekitar dua atau tiga tahun di mana anak sudah mulai mampu menggunakan bahasa yang memungkinkan mereka belajar lebih banyak tentang diri dan lingkungan. Hingga terbentuk pemahaman tentang diri meski masih dalam kapasitas yang bersifat egosentris (hanya berpusat pada diri sendiri). Bisa diartikan juga, bahwa di masa itu, anak-anak adalah individu yang terpisah dari lingkungannya.

Secara umum, perkembangan ini terjadi di usia sekitar tiga tahun. Anak memahami dirinya adalah individu yang bisa memiliki keinginan, memiliki identitas berupa nama, hingga kelak di usia empat tahun, anak memahami jenis kelaminnya. Perkembangan identitas diri ini terus mengalami perkembangan hingga menjadi lebih kompleks dan berkaitan dengan kapasitas diri.

”Nah, proses memahami identitas diri yang berkaitan dengan kapasitas dan kemampuan ini sebetulnya sudah dimulai sejak usia sekolah di mana tugas perkembangan saat itu adalah mencapai perasaan kompeten atau feeling of industry,” ucapnya.

Dilanjutkan Vera, nantinya di usia remaja, pencarian identitas diri akan lebih banyak melibatkan hubungan bersama orang lain. Pendapat orang lain merupakan acuan penting bagi remaja tentang bagaimana ia kelak akan melihat dirinya. Juga melihat bagaimana hubungan dengan orang di sekitarnya pun turut memengaruhi atau menjadi penting bagi kehidupannya.

Bahkan di usia dewasa, proses penemuan diri ini terus berlanjut. Tentu saja lebih berkaitan dengan pencapaian karier dan pekerjaan, hingga dalam peran sebagai orang tua kelak. ”Jadi, proses pembentukan jati diri terus berlangsung seumur hidup,” kata staf pengajar Universitas Tarumanagara Jakarta ini.

Umumnya, yang terjadi di masa ini adalah anak memperoleh pemahaman, tentang seperti apa dirinya, melalui aktivitas yang ia lakukan, prestasi yang ia capai, pengembangan diri yang ia lalui, hingga hubungan bersama orang lain di sekitarnya. Misalnya saja seperti apa dirinya menurut temanteman dan orang di sekitarnya (terutama orangtua, pengasuh, saudara dekat, guru, dan sebagainya).

Senada dengan Roslina, praktisi emotional intellegence parenting, Hanny Muchtar Darta Certified EI PSYCH-K SET dari Radani Emotional Intellegence Center, mengatakan peran orangtua dalam masa-masa pencarian jati diri anak adalah sebagai pendukung (suporter) atau pemberi motivasi (motivator) serta sebagai pelatih.

”Di masa ini, anak-anak sedang senang bereksperimen, dan orangtua hanyalah mengarahkan, bukan menentukan anak,” tandas praktisi lulusan pendidikan di Emotional Intelligence Six Seconds USA ini. Bantu anak mengenali diri dan berikan pemahaman bahwa setiap orang memiliki kualitas positif dalam dirinya yang tinggal menunggu untuk ditemukan dan dikembangkan. okezone.com

Lanjutkan..

Sabtu, 26 Desember 2009

Di China Game Online Sebabkan Kriminal

Published by Yayat laiha at 06.48

BEIJING - Stasiun televisi yang dikuasai pemerintah China menuding game online yang menyebabkan remaja di China mengalami kecanduan obat, kehamilan di luar nikah dan perbuatan kriminal seperti pembunuhan.

Saluran berita China Central Television (CCTV) membeberkan sebuah fakta dimana seorang remaja harus masuk penjara selama seumur hidup, hanya gara-gare melakukan pembunuhan saat berebut bermain game online. Bahkan dalam laporannya CCTV juga menyebutkan 80 persen remaja yang masuk penjara melakukan tindak kriminal yang bermula dari game online.

Selama ini, media di China telah lama mengkritik game online, dalam acara tersebut juga menceritakan kisah gadis berusia 14 tahun yang konon dipengaruhi oleh game menari online untuk memulai hubungan seks dengan orang-orang yang ditemuinya secara online. Game yang berjudul "Audition" itu mendorong kencan satu malam dan gadis itu telah melakukan dua kali aborsi.

Dilansir melalui AFP, Sabtu (26/12/2009), CCTV mengkampanyekan kepada orangtua agar mereka lebih memperhatikan anaknya saat bermain game online. Perlu ada aturan dan batasan agar si anak tidak kebablasan bermain di dunia maya tersebut.

Sebab dalam laporan Departemen Perlindungan anak di China melaporkan anak-anak itu menghabiskan waktu di warung internet yang sering penuh dengan perokok laki-laki muda menggunakan program pesan instan dan bermain game online. okezone.com



Lanjutkan..

Selasa, 08 September 2009

Published by Yayat laiha at 05.54

CALIFORNIA - Zuma Revenge, seri paling anyar deretan permainan puzzle 'bola-bola', 15 September mendatang sudah dapat dimainkan oleh para pengguna Mac OS X.

Kepastian tersebut diungkapkan pengembang dan publisher Zuma Revenge, PopCap games, seperti dilansir Softpedia, Kamis (20/8/2009).


"Versi asli Zuma telah diunduh dan dimainkan jutaan orang di seluruh dunia, tentunya banyak tekanan untuk membuat seri berikutnya, dan kami mencoba untuk memberikan sesuatu yang baru bagi pecinta Zuma seperti 60 'peta' baru, dan power-up ball ," kata Jason Kapalka, pendiri dan direktur kreatif PopCap.

Zuma Revenge juga diklaim memiliki game model baru, dan resolusi grafis tingkat tinggi. Power-up ball yang ditawarkan antara lain Laser Frog dan Lightning Color Nuke.

"Dari visual yang spektakuler dan efek tiga dimensi, PopCap telah membuktikan game ini sangat menarik, semuanya seperti yang saya inginkan," ujar Rick Fortin, gamers yang juga ikut menguji coba Zuma Revenge beta.

PopCap games membanderol game tersebut seharga USD19,95 dan bisa diunduh mulai 15 September di PopCap.com. okezone.com

Lanjutkan..

Rabu, 02 September 2009

Gempa, Puluhan Warga Cianjur Diduga Tewas Tertimbun

Published by Yayat laiha at 03.51

CIANJUR - Puluhan warga Kampung Gunung Hanafi, RT 01/04, Cikangkareng, Cibinong Selatan, Cianjur, Jawa Barat tertimbun longsor akibat gempa 7,3 skala richter yang terjadi di pantai selatan Jawa Barat, petang tadi.

Pantauan dilapangan, Rabu (2/9/2009), sebanyak lima jenazah baru berhasil dievakuasi dalam keadaan tewas. Sedangkan puluhan warga lain, belum diketahui nasibnya karena masih dalam tahap pencaharian. Jenazah pun kemudian dilarikan ke Posko Kelurahan.

"Peristiwa longsor terjadi saat gempa melanda. Proses evakuasi berjalan sulit karena rumah warga habis tertimbun longsor," ujar Kades Cikangkareng, Sulaiman, saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan warga masih bahu membahu mencari korban longsor yang belum ditemukan. Para wartawan pun belum mengetahui jumlah pasti korban beserta ident itasnya. okezone.com

Lanjutkan..