Twitter Follow Me

“This is just a random piece of text which can be replaced by a welcome message.

Wellcome

Selamat datang di blog kami,,kritik dan saran sangat berarti bagi kami!!!
Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juni 2011

Ayo, Bebaskan Dunia dari Sakit Gigi!!!!!

Published by Yayat laiha at 00.41

Dwi Indah Nurcahyani - Okezone

GANGGUAN gigi tak hanya mengganggu proses makan semata, tapi juga konsentrasi otak. Karenanya sebelum gangguan tersebut menyerang, antisipasi gejalanya sejak dini.
Meskipun ritualnya sederhana, urusan sikat gigi memegang peranan penting dalam soal kesehatan. Gangguan gigi akan berdampak buruk bagi kesehatan mulut maupun tubuh.

"Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal fundamental bagi kesehatan umum karena mulut yang sehat memungkinkan individu untuk berbicara, makan, bersosialisasi tanpa mengalami rasa sakit, rasa tidak nyaman, maupun rasa malu. Di Indonesia, sebanyak 62,4 persen penduduk merasa terganggu pekerjaan/sekolahnya karena sakit gigi selama rata-rata 3,86 hari per tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyakit gigi, walaupun tidak menimbulkan kematian secara langsung dapat menurunkan produktivitas kerja," seperti dikatakan Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI, Dr Bambang Sardjono MPH, mewakili dr Endang Rahayu Sedyaningsih MPH DR PH selaku Menteri Kesehatan RI dalam acara launching program “Live, Learn & Laugh” fase kedua di TK Patra 2, Komplek Pertamina, Jakarta Pusat, Selasa (7/6/2011).

Senada dengan Bambang, Debora Herawati Sandrach selaku Personal Care Director PT Unilever Indonesia mengungkapkan, "Penyakit gigi dan mulut merupakan isu nyata di dunia yang menurunkan kualitas hidup jutaan orang. Berdasarkan kesamaan visi dan misi antara Unilever Oral Care dan FDI World Dental Federation, kami berupaya meningkatkan kualitas kesehatan gigi di seluruh dunia. Program LLL (Live, Learn & Laugh) merupakan langkah konkrit yang sedang berjalan," ungkapnya.




Secara umum, ada banyak gangguan gigi yang menyerang, di antaranya karies atau karang gigi. Gangguan ini merupakan gangguan gigi yang paling banyak diderita oleh masyarakat dunia. Data dari The Oral Health Atlas, Mapping a neglected global health issue by Beaglehole et al 2009, sebanyak 70 persen rata-rata penduduk dunia berusia 6-19 tahun memiliki karies. Guna mengatasinya, langkah sederhana yang bisa dilakukan yakni dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
Sayangnya, hanya 20 persen masyarakat dunia yang memiliki akses terhadap hal tersebut. Dan, fakta-fakta inilah yang mendorong terjadinya kemitraan antara FDI dan Unilever untuk meningkatkan kualitas kesehatan gigi masyarakat dunia melalui sosialisasi kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari.

Anak-anak sebagai generasi awal menjadi sasaran efektif untuk menjalankan program tersebut. Pihak Unilever pun bergandengan dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (mewakili FDI dalam sekup nasional) mendidik para kader yang berasal dari para orangtua dan guru sekolah untuk dapat mensosialisasikan program ini. Keberadaan para kader diharapkan dapat memberikan pelatihan terbaik bagi para anak-anak agar sadar sejak dini menjalani kebiasaan menggosok gigi.
Diharapkan dengan proses sosialisasi tersebut, para kader yang tercetak dapat menjalankan peran perpanjangan tangannya dengan baik sehingga misi Indonesia terbebas dari gangguan gigi terwujud. okezone.com

Lanjutkan..

Kamis, 18 Maret 2010

Bantu Remaja Cari Jati Diri

Published by Yayat laiha at 04.18

BAGI remaja, masa pencarian identitas diri adalah masa yang sangat penting. Proses ini melibatkan banyak orang. Nah, peran orangtua sangat penting membantu mereka menghadapi masa-masa ini.

Jati diri kerap diartikan sebagai identitas diri. ”Identitas diri sebetulnya cara bagaimana seseorang melihat dirinya. Identitas diri juga dikenal dengan istilah konsep diri,” kata psikolog anak dan remaja dari Empati Development Center, Dra Roslina Verauli MPsi.

Masa remaja adalah masa di mana mereka melalui proses pencarian jati diri, pada masa itu para remaja dituntut untuk memiliki rasa percaya diri. Psikolog yang akrab disapa Vera ini menuturkan, peran orangtua di masa anak mencari jati diri ini tentu saja sangat dibutuhkan. Orangtua bisa membantu mereka mengenali dirinya secara mendalam.

Peran orangtua bisa dilakukan dengan memberikan stimulasi yang memadai, menemukan dan mengenali bakat dan potensi anak. Orangtua juga bisa membantu anak mengenai temperamen dan kepribadiannya agar ia bisa beradaptasi dengan lingkungan sosialnya, mampu memecahkan masalah dengan baik. Kemampuan memecahkan masalah tersebut memungkinkan anak belajar dan berprestasi (baik di sekolah maupun di luar sekolah). Pada masa pencarian jati diri, anak juga dituntut mulai menyadari bakat yang dimilikinya, menyadari bahwa ia akan punya tujuan hidup berupa cita-cita. Nah, dalam hal ini orangtua bisa membantunya dengan mengenalkan model atau tokoh idola. Orangtua juga harus memberi nilai-nilai kehidupan (living values) yang positif, dan sebagainya.

”Pemahaman yang diberikan orangtua di masa pengembangan diri ini, kelak akan membantu anak mengenali dirinya, beradaptasi dengan lingkungan dan menghadapi tantangan kehidupan berupa tantangan karier dan lain sebagainya,” psikolog yang juga berpraktik di RS Cengkareng ini.

Sebetulnya proses pembentukan konsep diri atau jati diri merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. Mulai usia sekitar dua atau tiga tahun di mana anak sudah mulai mampu menggunakan bahasa yang memungkinkan mereka belajar lebih banyak tentang diri dan lingkungan. Hingga terbentuk pemahaman tentang diri meski masih dalam kapasitas yang bersifat egosentris (hanya berpusat pada diri sendiri). Bisa diartikan juga, bahwa di masa itu, anak-anak adalah individu yang terpisah dari lingkungannya.

Secara umum, perkembangan ini terjadi di usia sekitar tiga tahun. Anak memahami dirinya adalah individu yang bisa memiliki keinginan, memiliki identitas berupa nama, hingga kelak di usia empat tahun, anak memahami jenis kelaminnya. Perkembangan identitas diri ini terus mengalami perkembangan hingga menjadi lebih kompleks dan berkaitan dengan kapasitas diri.

”Nah, proses memahami identitas diri yang berkaitan dengan kapasitas dan kemampuan ini sebetulnya sudah dimulai sejak usia sekolah di mana tugas perkembangan saat itu adalah mencapai perasaan kompeten atau feeling of industry,” ucapnya.

Dilanjutkan Vera, nantinya di usia remaja, pencarian identitas diri akan lebih banyak melibatkan hubungan bersama orang lain. Pendapat orang lain merupakan acuan penting bagi remaja tentang bagaimana ia kelak akan melihat dirinya. Juga melihat bagaimana hubungan dengan orang di sekitarnya pun turut memengaruhi atau menjadi penting bagi kehidupannya.

Bahkan di usia dewasa, proses penemuan diri ini terus berlanjut. Tentu saja lebih berkaitan dengan pencapaian karier dan pekerjaan, hingga dalam peran sebagai orang tua kelak. ”Jadi, proses pembentukan jati diri terus berlangsung seumur hidup,” kata staf pengajar Universitas Tarumanagara Jakarta ini.

Umumnya, yang terjadi di masa ini adalah anak memperoleh pemahaman, tentang seperti apa dirinya, melalui aktivitas yang ia lakukan, prestasi yang ia capai, pengembangan diri yang ia lalui, hingga hubungan bersama orang lain di sekitarnya. Misalnya saja seperti apa dirinya menurut temanteman dan orang di sekitarnya (terutama orangtua, pengasuh, saudara dekat, guru, dan sebagainya).

Senada dengan Roslina, praktisi emotional intellegence parenting, Hanny Muchtar Darta Certified EI PSYCH-K SET dari Radani Emotional Intellegence Center, mengatakan peran orangtua dalam masa-masa pencarian jati diri anak adalah sebagai pendukung (suporter) atau pemberi motivasi (motivator) serta sebagai pelatih.

”Di masa ini, anak-anak sedang senang bereksperimen, dan orangtua hanyalah mengarahkan, bukan menentukan anak,” tandas praktisi lulusan pendidikan di Emotional Intelligence Six Seconds USA ini. Bantu anak mengenali diri dan berikan pemahaman bahwa setiap orang memiliki kualitas positif dalam dirinya yang tinggal menunggu untuk ditemukan dan dikembangkan. okezone.com

Lanjutkan..

Selasa, 23 Juni 2009

Jus, Tak Semua Sehat

Published by Yayat laiha at 05.57

Siapa yang tidak suka minum jus buah. Warnanya cerah dan terang, rasanya manis, dan baik untuk kesehatan. Tapi tunggu dulu, tidak semua ahli gizi berpendapat demikian. Meski jus kaya akan vitamin, tapi jangan tutup mata pada bahayanya.

Yang Boleh
Bila Anda ingin memetik manfaat dari segelas jus, para ahli gizi menyarankan Anda untuk mengonsumsi jus sayuran. Kandungan likopen dalam tomat telah diteliti mampu mengurangi risiko kanker prostat. Campuran beberapa jenis sayuran yang dijus juga menjadi sumber serat dan mengontrol rasa lapar. Selain itu, kadar gula dalam jus sayuran lebih sedikit dan hanya mengandung sedikit kalori. Cocok untuk mereka yang sedang diet.

Yang terlarang
Berhati-hatilah pada minuman yang termasuk dalam juice cocktail, juice drink atau juice flavored beverage. Ketiga jenis minuman itu biasanya hanya mengandung sedikit buah asli. Bahan utamanya adalah air, gula, dan sirup rasa buah. Jus dalam kategori ini tak lebih baik dari softdrink, yang tinggi gula dan kalori tapi rendah nutrisi. Penelitian menunjukkan minuman ini akan menyebabkan kegemukan pada anak.

Pilih-pilih buah
Bagaimana dengan jus buah murni yang tidak ditambah pemanis? Sebagian ahli berpendapat jus buah murni kaya akan vitamin C dan antioksidan untuk melawan penyakit. Masalahnya jus buah secara alami juga sudah mengandung gula dan kalori. Misalnya saja jus apel yang kadar gulanya setara dengan permen. Demikian juga dengan semangka yang mengandung banyak gula.

Bila Anda khawatir pada kandungan gula dalam jus, pilihlah jus buah delima. Meski banyak mengandung gula dan kalori, namun sangat kaya antioksidan. Riset menunjukkan delima mengandung zat yang efektif untuk melindungi fungsi otak dan mencegah kanker.

Buah-buahan dalam keluarga berry, seperti cherry, blueberry, dan cranberry, sangat disarankan karena efektif meningkatkan sistem imun tubuh. Beberapa studi juga menunjukkan buah berry mengandung anti peradangan dan anti kanker. Minum jus cherry sebelum dan setelah berolahraga bisa mengurangi rasa sakit pada otot akibat aktivitas fisik.

Bagaimana dengan jus orange yang jadi favorit banyak orang? Kabar baik, jeruk merupakan sumber vitamin C, yang merupakan juara dalam meningkatkan sistem imun. Tak cuma itu, orange juice juga mengandung kalsium dan vitamin D untuk menguatkan tulang. Sangat disarankan bila Anda mengurangi gula saat membuat jus ini. kompas.com

Lanjutkan..

Sabtu, 20 Juni 2009

Tanah Kelahiran Tentukan Selera Makanan

Published by Yayat laiha at 05.36

LONDON - Banyak orang beranggapan jika selera makanan seseorang tergantung suku bangsanya. Tapi baru-baru ini, para peneliti dari Nottingham University mengungkapkan jika selera makanan dan minuman seseorang juga dipengaruhi oleh tempat kelahiran orang tersebut.

Tanah kelahiran tak hanya menentukan aksen berbicara seseorang tapi juga selera kesukaan makanan dan minuman.

Seperti dilansir Times of India, Sabtu (20/6/2009), kesukaan masyarakat Inggris terhadap makanan banyak dipengaruhi oleh tempat kelahiran dan bukan dari asal-usul keturunan.

Penelitian tentang selera makanan itu melibatkan sekira 13 ribu orang yang berada di Inggris raya.

Menurut seorang peneliti, Greg Tucker, orang yang lahir di wilayah Skotlandia akan lebih menyukai makanan yang lebih banyak memakai krim. Penelitian itu juga mengungkapkan, jika bagian lidah belakang orang yang lahir di Skotlandia lebih aktif untuk merasakan makanan dan minuman, sedangkan orang yang lahir di Inggris lebih aktif menggunakan lidah bagian depan. okezone.com

Lanjutkan..

Kamis, 18 Juni 2009

Ajari Anak Sayang Hewan

Published by Yayat laiha at 05.43

MENANAMKAN anak untuk mencintai hewan bisa dilakukan dengan berbagai cara yang menyenangkan. Tak harus ke kebun binatang, melalui patung pun anak bisa diajak menyayangi binatang.

Hewan adalah makhluk hidup yang ada di sekeliling kita. Cinta pada sesama makhluk hidup adalah suatu keharusan. Hal itulah yang harus ditanamkan pada anak, salah satunya untuk menyayangi hewan. Namun, tidak semua anak suka hewan. Bahkan, pada beberapa anak, ada yang tidak menyukai binatang. Mereka sering menendang hewan yang tidak disukainya, atau juga menangis melihat hewan yang ditakutinya.

Psikolog dari Personal Growth, Ratih Andjayani Ibrahim, mengatakan, anak-anak hendaknya diajarkan untuk tidak takut pada hewan apa pun sejak kecil, dan berusaha untuk menyayangi hewan yang ada di sekelilingnya. "Kalau orangtuanya menyayangi hewan, maka anak akan familier dengan hewan tersebut karena lingkungan yang membiasakan. Dengan begitu, anak juga akan belajar menyayangi hewan," ucapnya.

Saat memperkenalkan ragam hewan, pendampingan dan bimbingan orangtua jelas diperlukan. Ratih mengemukakan, ketika anak masih merasa takut untuk berdekatan dengan hewan, orangtua bisa pelan-pelan memberitahukan anak bahwa tidak masalah dekat dengan hewan. "Jika anak sudah merasa aman, maka dia akan mulai berani menyentuh. Selanjutnya memegang, mengelus, sampai akhirnya menggendong," tutur Ratih.

Memperkenalkan hewan adalah tugas orangtua berikutnya untuk memberikan lebih banyak pengetahuan tentang hewan selain yang ada di lingkungan sekitarnya. Cara itu bisa dilakukan dengan bermacam-macam kegiatan.

"Mengajak anak ke kebun binatang, lalu menceritakan hal seputar hewan-hewan yang ditemui. Atau jika orangtua memiliki pengalaman seru dan lucu dengan hewan tertentu bisa diceritakan ke anak. Dengan begitu, anak akan merasa tertarik," sarannya.

Cara lain yang bisa diberikan pada anak untuk memperkenalkan hewan adalah dengan mengajak anak ke tempat yang memajang banyak hewan. Entah itu hanya berupa gambar atau hiasan hewan lain. Hal itu pulalah yang dilakukan Yupi, salah satu produsen terbesar dari permen gummy di Indonesia.

"Welcome to Yupi Land" adalah tema utama dari ajang besar pertama Yupi pada tahun ini. Bertempat di atrium Mal Pacific Place, Jakarta, beraneka replika karakter khas Yupi,mulai jenis-jenis dinosaurus, kuda laut, bintang laut, lumba-lumba, ular, dan sapi, yang semuanya dibuat dari rangkaian permen dipamerkan di tempat ini.

Penikmat Yupi, si kenyal yang bikin hepi ini, bisa menjelajahi Yupi Land mulai 10 Juni hingga akhir Juni 2009.

"Ini merupakan pertama kali Yupi mewujudkan Yupi Land. Adanya beraneka replika karakter Yupi yang dihadirkan, diharapkan dapat lebih mendekatkan Yupi dengan anak-anak dan orangtua," ujar Direktur Sales & Marketing Yupi Juliwati Husman.

Tiap karakter di Yupi Land disertai dengan penjelasan berupa Wikipedia. Misalnya, lumba-lumba, Yupi menjelaskan secara lengkap mulai sebaran populasinya, cara berkembang biak, hingga pola hidup. Karena itu, Yupi menjamin liburan di mal bareng Yupi tetap fun dan bermanfaat karena secara tidak langsung diharapkan dapat membangun emosional anak agar berpikir imajinatif dan kreatif.

Yupi Land terdiri atas 3 teritori, teritori jungle di bagian tengah dihuni aneka replika binatang, mulai binatang purba seperti keluarga dinosaurus, ular, buaya, hingga binatang ternak seperti sapi. Teritori yang di sebelah kanan adalah area seaworld. Di arena ini dipajang ikon-ikon binatang laut seperti lumba-lumba, kuda laut, kepiting, paus, gurita, dan binatang laut lainnya. Sedangkan di teritori sebelah kiri dinamakan river of love. Area ini menggambarkan suasana yang agak romantis ditandai dengan sungai dari Yupi Sweet Heart yang ada jembatan di tengahnya. Tentu saja ini menjadikan kita ingat dan baik pada orang-orang yang dikasihi seperti keluarga dan teman-teman.

"Dengan begitu, anak-anak menikmati liburan mereka yang bisa dikatakan cukup unik, selain menyenangkan, kegiatan ini juga menambah pengetahuan mereka tentang hewan yang mungkin belum pernah mereka kenal," ungkapnya.

Di Yupi Land, dihadirkanjuga replika dinosaurus raksasa dan tertinggi di Indonesia yang terbuat dari rangkaian permen gummy. Dinosaurus raksasa tersebut disusun lebih dari 100.000 rangkaian permen gummy dengan tinggi 5 meter, serta memerlukan 3 mingguan untuk menyelesaikannya. Begitu juga ikon lain masing- masing dibalut dengan Yupi gummy yang berbentuk ukuran bear dengan aneka ukuran,shark, milly moos, juicy gummy yang berbentuk buah-buahan, burger, sweet heart. okezone.com

Lanjutkan..

Senin, 15 Juni 2009

Camilan Sehat untuk si Kecil

Published by Yayat laiha at 04.15

PADA masa pertumbuhan, anak butuh asupan gizi yang memadai. Sayangnya, acap kali si kecil lebih suka ngemildibanding menyantap makanan berat. Bagaimana menyiasatinya?

Kebutuhan anak akan nutrisi bisa didapat anak dari makanan. Tak heran, banyak orangtua yang khawatir saat anaknya malas makan. Padahal, anak harus mendapatkan gizi seimbang yang terdiri atas makro nutrien (karbohidrat, protein, dan lemak), serta mikro nutrien (vitamin dan mineral). Semua unsur tersebut harus terkandung dalam makanan yang dikonsumsi anak setiap hari. Dengan begitu, anak mendapat asupan gizi yang seimbang, baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya.


Anak yang perutnya mulai "bernyanyi" itu tandanya perlu makan. Masalahnya, sering kali anak ogah kalau langsung diajak makan nasi, maunya ngemil jajanan. Di sinilah kreativitas dan kecerdikan orangtua ditantang untuk menyiasatinya melalui perencanaan camilan yang sehat bagi si kecil.

Kebiasaan mengonsumsi makanan kecil memang sudah menjadi pola hidup yang sulit dihilangkan. Di Indonesia, kita biasa menyebutnya dengan ngemil dan yang dikonsumsi tentunya camilan yang biasanya berupa makanan ringan (snack). Ngemil memang enak dan bisa membuat orang ketagihan. Tak hanya orang dewasa, anak-anak dan bayi pun lebih doyan memamah makanan ringan ini. Berdasarkan informasi dari mayoclinic.com, snack time alias waktunya ngemil adalah saatsaat yang paling ditunggu anak-anak di Amerika. Tak heran bila seperempat energi harian anak-anak ini didapat dari makanan ringan.

Spesialis gizi klinik dari FKUI/RSCM Jakarta dr Fiastuti Witjaksono MS SpGK mengungkapkan, anak harus diberi makan sesuai dengan kebutuhannya. Artinya, tidak boleh berlebih ataupun kurang. "Biasanya anak kecil kan makannya susah. Mereka juga tidak suka dengan makanan tertentu seperti sayur dan buah. Padahal, semua itu penting untuk tumbuh kembang anak," kata dokter yang akrab disapa Tuti.

Selain itu, lanjut Tuti, jajanan atau camilan yang diberikan pada anak seharusnya sesuai dengan kebutuhannya dan tidak boleh berlebihan. "Jika anak sudah cukup makan, lalu diberi lagi camilan yang mengandung karbohidrat tinggi seperti snack yang isinya hanya karbohidrat dan garam, itu tidak bagus untuk anak," ujar dokter yang juga pengurus aktif dari Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI).

Anak kecil sebenarnya membutuhkan camilan dan kebiasaan ngemil pada anak sebenarnya tidak sepenuhnya buruk asalkan orangtua memperhatikan betul kandungan gizi dari camilan yang dikonsumsi anak-anaknya. Karena itulah anak-anak harus dibiasakan mengonsumsi camilan sehat sehingga akan terlatih memilih makanan yang sehat hingga dewasa kelak.

"Memberi makan anak itu sebetulnya adalah mengajari. Kalau sedari kecil sudah dibiasakan makan-makanan sehat, sampai tua pun mereka akan memilih yang sehat. Tapi kalau dari kecil dibiasakan dengan sesuatu yang tidak sehat, akan sulit mengubahnya saat mereka dewasa kelak," tutur ahli gizi kelahiran Yogyakarta, 7 Februari 1954 ini.

Saat ini ada banyak jajanan kemasan yang beredar di supermarket, toko, pasar, sekolah, bahkan warung-warung di sebelah rumah. Anak-anak biasanya paling suka dengan permen atau jajanan dengan warna dan kemasan yang menarik, apalagi kalau ada hadiahnya. Padahal, kebanyakan jajanan kemasan ini berkalori tinggi, rendah nutrisi, serta bisa memicu obesitas pada anak-anak. Belum lagi ancaman zat pewarna, pengawet, dan pemanis buatan yang bisa membahayakan kesehatan anak.

Di sinilah pentingnya peranan orangtua, terutama ibu dalam mengarahkan si anak. Ibu harus benar-benar cermat menyiasati permintaan anak akan camilan. Itu karena membujuk anak tidaklah mudah, terutama saat meminta mereka mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Pada anak kecil, makanan tertentu mungkin dapat membuat mereka tersedak. Karena itu, untuk anak di bawah 3 tahun sebaiknya hindari sayuran mentah, popcorn, kacang, dan sayuran kering.

Konsumsi buah juga penting sebagai sumber vitamin. Namun, jika anak tidak suka dengan buah segar, ibu bisa mengolahnya dalam bentuk jus buah yang juga kaya kalsium sehingga baik untuk pertumbuhan tulang anak, terutama anak-anak yang menghindari produk susu.

Kendati mengandung nutrisi yang sehat, kalori dari segelas jus cukup tinggi dan berpeluang menyebabkan peningkatan berat badan dan kerusakan gigi jika dikonsumsi berlebihan. Beberapa minuman jus, yang 100 persen jus sekalipun, mengandung kalori lebih tinggi dari minuman berkarbonasi. Akademi Dokter Anak Amerika merekomendasikan agar anak-anak mengonsumsi tidak lebih dari 2,6 ons jus setiap hari.

Selain itu camilan bergula juga dapat menyebabkan gigi berlubang karena bakteri dalam mulut akan mengubah gula menjadi zat asam yang akan mengikis email gigi. Zat asam ini selanjutnya akan merusak gigi dalam 20 menit.

Permen atau makanan manis yang lengket biasanya merupakan penyebab kerusakan utama karena lengket di gigi lebih lama. Untuk itu, jangan biarkan anak minum jus terus-menerus sepanjang hari karena gigi anak akan sering kontak dengan gula. Selain itu, menggosok gigi sebelum tidur hendaknya menjadi rutinitas "wajib" bagi anak.

Jika anak sudah mulai bersekolah, sebaiknya orangtua membawakan bekal makanan dari rumah untuk dimakan si anak saat istirahat atau makan siang. Selain lebih sehat dan higienis, bekal makanan ini juga penting untuk mencegah anak agar tidak jajan di luar. Sebelum berangkat, penting bagi anak untuk sarapan terlebih dahulu sebagai sumber energi saat beraktivitas di sekolah dan juga agar anak tidak cepat merasa lapar.

"Kalau si anak sarapannya sudah cukup mengandung lauk pauk, sayur, dan buah, maka bekal itu sebenarnya tidak terlalu penting. Tapi kalau sarapannya sedikit, maka bekalnya juga harus lengkap. Sebab kalau tidak kenyang bisa jadi si anak akan jajan lagi saat di sekolah," papar Tuti yang juga praktik di Siloam Semanggi Specialist Clinic Jakarta.

Senada dengan Tuti, spesialis anak dan konsultan gizi dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/ RSCM, dr Aryono Hendarto, menegaskan bahwa orangtua harus mempertimbangkan jam makan anak. "Kalau pada pagi hari si anak sudah sarapan dengan makanan padat, maka bekalnya bisa cukup snack. Tapi kalau anak hanya sarapan dengan makanan cair atau susu, maka setelah sekitar 3 jam (pada saat istirahat), anak bisa makan snack yang berat," tutur Aryono.

Berdasarkan hal tersebut, yang terpenting diperhatikan para orangtua adalah soal pengaturan makan anak dengan memperhitungkan pengosongan lambung anak. Jenis bekal yang diberikan juga sesuai kesukaan si anak dan sebaiknya bervariatif. Jajanan yang ada di sekolah pun bisa diberikan selama itu terkontrol dengan baik oleh pihak sekolah. "Junk food boleh saja sekali-kali, tapi orangtua tetap harus mengarahkan pada makanan yang paling tidak mengandung nilai gizi yang baik," tandasnya. okezone.com

Lanjutkan..