Published by
Yayat laiha
at
22.06
JAKARTA - Bogor akan adakan Konferensi Pengembangan Linux BlankOn selama dua hari. Acara yang akan berlangsung pada 20 dan 21 Juni ini merupakan insiatif dari Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dengan dukungan dari Komunitas Pengembang BlankOn, Komunitas Pengguna Linux Indonesia Bogor (KPLI Bogor) serta Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Pakuan, Bogor (Himakom Unpak).
Dalam acara ini akan hadir narasumber para pengembang BlankOn yang berasal dari berbagai kota dengan berbagai latar belakang.
Tujuan utama diadakannya Konferensi BlanKon ini antara lain sebagai ajang temu pengembang, pemasar dan pengguna BlankOn. Dalam konferensi ini nantinya akan membahas dan memamerkan fitur BlankOn terbaru yang sedang dikerjakan, rencananya BlankOn ini akan dirilis pada November mendatang.
Melalui keterangan resmi dari pihak penyelenggara kepada okezone, Selasa (16/6/2009), konferensi ini diharapkan dapat memberikan pengertian kepada khalayak tentang bagaimana proses membuat, mengembangkan, serta memelihara suatu distribusi Linux.
BlankOn adalah distro Linux yang berisi sistem operasi dan berbagai program komputer untuk kebutuhan sehari-hari seperti office, pengolah grafis, internet, dan multimedia. BlankOn dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) secara terbuka dan gotong-royong bersama komunitas Linux lainnya di Indonesia. okezone.com
Lanjutkan..
Published by
Yayat laiha
at
04.15
PADA masa pertumbuhan, anak butuh asupan gizi yang memadai. Sayangnya, acap kali si kecil lebih suka ngemildibanding menyantap makanan berat. Bagaimana menyiasatinya?
Kebutuhan anak akan nutrisi bisa didapat anak dari makanan. Tak heran, banyak orangtua yang khawatir saat anaknya malas makan. Padahal, anak harus mendapatkan gizi seimbang yang terdiri atas makro nutrien (karbohidrat, protein, dan lemak), serta mikro nutrien (vitamin dan mineral). Semua unsur tersebut harus terkandung dalam makanan yang dikonsumsi anak setiap hari. Dengan begitu, anak mendapat asupan gizi yang seimbang, baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya.
Anak yang perutnya mulai "bernyanyi" itu tandanya perlu makan. Masalahnya, sering kali anak ogah kalau langsung diajak makan nasi, maunya ngemil jajanan. Di sinilah kreativitas dan kecerdikan orangtua ditantang untuk menyiasatinya melalui perencanaan camilan yang sehat bagi si kecil.
Kebiasaan mengonsumsi makanan kecil memang sudah menjadi pola hidup yang sulit dihilangkan. Di Indonesia, kita biasa menyebutnya dengan ngemil dan yang dikonsumsi tentunya camilan yang biasanya berupa makanan ringan (snack). Ngemil memang enak dan bisa membuat orang ketagihan. Tak hanya orang dewasa, anak-anak dan bayi pun lebih doyan memamah makanan ringan ini. Berdasarkan informasi dari mayoclinic.com, snack time alias waktunya ngemil adalah saatsaat yang paling ditunggu anak-anak di Amerika. Tak heran bila seperempat energi harian anak-anak ini didapat dari makanan ringan.
Spesialis gizi klinik dari FKUI/RSCM Jakarta dr Fiastuti Witjaksono MS SpGK mengungkapkan, anak harus diberi makan sesuai dengan kebutuhannya. Artinya, tidak boleh berlebih ataupun kurang. "Biasanya anak kecil kan makannya susah. Mereka juga tidak suka dengan makanan tertentu seperti sayur dan buah. Padahal, semua itu penting untuk tumbuh kembang anak," kata dokter yang akrab disapa Tuti.
Selain itu, lanjut Tuti, jajanan atau camilan yang diberikan pada anak seharusnya sesuai dengan kebutuhannya dan tidak boleh berlebihan. "Jika anak sudah cukup makan, lalu diberi lagi camilan yang mengandung karbohidrat tinggi seperti snack yang isinya hanya karbohidrat dan garam, itu tidak bagus untuk anak," ujar dokter yang juga pengurus aktif dari Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI).
Anak kecil sebenarnya membutuhkan camilan dan kebiasaan ngemil pada anak sebenarnya tidak sepenuhnya buruk asalkan orangtua memperhatikan betul kandungan gizi dari camilan yang dikonsumsi anak-anaknya. Karena itulah anak-anak harus dibiasakan mengonsumsi camilan sehat sehingga akan terlatih memilih makanan yang sehat hingga dewasa kelak.
"Memberi makan anak itu sebetulnya adalah mengajari. Kalau sedari kecil sudah dibiasakan makan-makanan sehat, sampai tua pun mereka akan memilih yang sehat. Tapi kalau dari kecil dibiasakan dengan sesuatu yang tidak sehat, akan sulit mengubahnya saat mereka dewasa kelak," tutur ahli gizi kelahiran Yogyakarta, 7 Februari 1954 ini.
Saat ini ada banyak jajanan kemasan yang beredar di supermarket, toko, pasar, sekolah, bahkan warung-warung di sebelah rumah. Anak-anak biasanya paling suka dengan permen atau jajanan dengan warna dan kemasan yang menarik, apalagi kalau ada hadiahnya. Padahal, kebanyakan jajanan kemasan ini berkalori tinggi, rendah nutrisi, serta bisa memicu obesitas pada anak-anak. Belum lagi ancaman zat pewarna, pengawet, dan pemanis buatan yang bisa membahayakan kesehatan anak.
Di sinilah pentingnya peranan orangtua, terutama ibu dalam mengarahkan si anak. Ibu harus benar-benar cermat menyiasati permintaan anak akan camilan. Itu karena membujuk anak tidaklah mudah, terutama saat meminta mereka mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Pada anak kecil, makanan tertentu mungkin dapat membuat mereka tersedak. Karena itu, untuk anak di bawah 3 tahun sebaiknya hindari sayuran mentah, popcorn, kacang, dan sayuran kering.
Konsumsi buah juga penting sebagai sumber vitamin. Namun, jika anak tidak suka dengan buah segar, ibu bisa mengolahnya dalam bentuk jus buah yang juga kaya kalsium sehingga baik untuk pertumbuhan tulang anak, terutama anak-anak yang menghindari produk susu.
Kendati mengandung nutrisi yang sehat, kalori dari segelas jus cukup tinggi dan berpeluang menyebabkan peningkatan berat badan dan kerusakan gigi jika dikonsumsi berlebihan. Beberapa minuman jus, yang 100 persen jus sekalipun, mengandung kalori lebih tinggi dari minuman berkarbonasi. Akademi Dokter Anak Amerika merekomendasikan agar anak-anak mengonsumsi tidak lebih dari 2,6 ons jus setiap hari.
Selain itu camilan bergula juga dapat menyebabkan gigi berlubang karena bakteri dalam mulut akan mengubah gula menjadi zat asam yang akan mengikis email gigi. Zat asam ini selanjutnya akan merusak gigi dalam 20 menit.
Permen atau makanan manis yang lengket biasanya merupakan penyebab kerusakan utama karena lengket di gigi lebih lama. Untuk itu, jangan biarkan anak minum jus terus-menerus sepanjang hari karena gigi anak akan sering kontak dengan gula. Selain itu, menggosok gigi sebelum tidur hendaknya menjadi rutinitas "wajib" bagi anak.
Jika anak sudah mulai bersekolah, sebaiknya orangtua membawakan bekal makanan dari rumah untuk dimakan si anak saat istirahat atau makan siang. Selain lebih sehat dan higienis, bekal makanan ini juga penting untuk mencegah anak agar tidak jajan di luar. Sebelum berangkat, penting bagi anak untuk sarapan terlebih dahulu sebagai sumber energi saat beraktivitas di sekolah dan juga agar anak tidak cepat merasa lapar.
"Kalau si anak sarapannya sudah cukup mengandung lauk pauk, sayur, dan buah, maka bekal itu sebenarnya tidak terlalu penting. Tapi kalau sarapannya sedikit, maka bekalnya juga harus lengkap. Sebab kalau tidak kenyang bisa jadi si anak akan jajan lagi saat di sekolah," papar Tuti yang juga praktik di Siloam Semanggi Specialist Clinic Jakarta.
Senada dengan Tuti, spesialis anak dan konsultan gizi dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/ RSCM, dr Aryono Hendarto, menegaskan bahwa orangtua harus mempertimbangkan jam makan anak. "Kalau pada pagi hari si anak sudah sarapan dengan makanan padat, maka bekalnya bisa cukup snack. Tapi kalau anak hanya sarapan dengan makanan cair atau susu, maka setelah sekitar 3 jam (pada saat istirahat), anak bisa makan snack yang berat," tutur Aryono.
Berdasarkan hal tersebut, yang terpenting diperhatikan para orangtua adalah soal pengaturan makan anak dengan memperhitungkan pengosongan lambung anak. Jenis bekal yang diberikan juga sesuai kesukaan si anak dan sebaiknya bervariatif. Jajanan yang ada di sekolah pun bisa diberikan selama itu terkontrol dengan baik oleh pihak sekolah. "Junk food boleh saja sekali-kali, tapi orangtua tetap harus mengarahkan pada makanan yang paling tidak mengandung nilai gizi yang baik," tandasnya. okezone.com
Lanjutkan..
Published by
Yayat laiha
at
21.53
JAKARTA - Workshop penentuan spesies prioritas yang diadakan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor (PKT KRB) dan LIPI menghasilkan kesimpulan bahwa tanaman anggrek merupakan prioritas utama konservasi tumbuhan.
Pada 2 dan 3 Juni 2009 KRB dan LIPI berinisiatif mengadakan workshop untuk menetapkan spesies prioritas yang terancam punah. Famili tumbuhan yang dinilai dalam workshop ini di antaranya Arecaceae (palem-paleman), Orchidaceae (anggrek), Nepenthaceae (kantong semar), dan Cyatheaceae (paku tiang).
Sebanyak 44 jenis anggrek masuk prioritas konservasi bersama 56 jenis tumbuhan lainnya dari famili kantung semar, paku-pakuan, dan palem tiang. Keseratus jenis itu segera dikoleksi di Kebun Raya Bogor dan spesimennya disimpan di herbarium.
Penentuan spesies prioritas dilakukan berdasarkan kategorinya. Terdapat tiga kategori yang dibagi menjadi kategori A, B dan C. Tumbuhan yang termasuk kategori A berarti memerlukan aksi konservasi segera, untuk kategori B artinya aksi konservasi masih dapat ditunda, sementara kategori terakhir menandakan bahwa tumbuhan tersebut belum memerlukan aksi konservasi.
Menurut keterangan resmi LIPI kepada okezone, Jumat (5/6/2009), jika dibandingkan dengan tiga jenis yang lain, anggrek tergolong istimewa. Dari 44 jenis anggrek yang diseleksi 15 pakar, semuanya masuk kategori A yang berarti harus segera mendapat penanganan konservasi secara serius.
Namun LIPI dan KRB tidak memberikan keterangan jelas jenis anggrek apa saja yang terancam punah. Pasalnya, mereka khawatir dengan mempublikasikannya akan meningkatkan perburuan anggrek di habitat aslinya. yang diikuti lonjakan harga di pasar tanaman hias.
"Kami tak bisa memublikasikan apa saja jenisnya. Kami khawatir anggrek langka akan semakin diburu di habitat aslinya dan ini akan berdampak pada lonjakan harga di pasar tanaman hias.? kata Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Mustaid Siregar.
Kekhawatiran Mustaid memang ada benarnya. Dia mengungkapkan bahwa perburuan anggrek di habitat aslinya memang marak terjadi berbagai daerah seperti Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Bahkan penyelundupan anggrek juga terjadi hingga Malaysia sebelum masuk pasar Asia hingga Eropa.
Lanjutkan..
Published by
Yayat laiha
at
02.14
JAKARTA - Masih buruknya pelayanan kesehatan di Tanah Air pernah dirasakan Luna Maya. Artis cantik ini dulu menjadi korban malapraktek. Hampir saja usus buntunya pecah.
"Dulu aku masuk rumah sakit jam 10.00 malam gara-gara usus buntu, tahun 2002. Tapi aku disuruh pulang lagi dari rumah sakit karena cuma dibilang sakit maag. Aku disuruh beli obat Rp300 ribu dan itu ternyata tidak menyembuhkan rasa sakit. Bagi aku, Rp300 ribu cukup besar untuk hal yang percuma," cerita Luna yang ditemui di FX, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (4/6/2009).
Lantaran perutnya masih juga sakit, Luna kembali ke rumah sakit tersebut pukul 04.00 pagi. Luna langsung dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD).
"Aku sudah di UGD, eh dokternya masih jogging. Terus dia bilang, jam 08.00 pagi operasi. Wow, mendadak. Seharusnya ada puasanya dulu kan. Untung itu cuma usus buntu. Kalau tiba-tiba ada hal yang gawat dan salah kasih obat, kan lebih gawat lagi," keluh Luna.
Bintang film Janda Kembang ini sempat komplain ke rumah sakit bersangkutan, namun tidak mendapat respons memuaskan. Daripada terus-terusan kesal berobat di rumah sakit itu, Luna memutuskan pindah rumah sakit.
"Kalau saja aku enggak balik lagi ke rumah sakit jam 04.00 pagi, bisa pecah tuh ususnya," tambah Luna.
Di mana rumah sakit yang hampir saja mencelakakan Luna itu?
"Enggak ah, takut dipenjara Cin," ujar Luna menyindir kasus Rumah Sakit Omni Internasional Tangerang yang memenjarakan Prita Mulyasari karena menulis komplain di media massa. (ang)
Lanjutkan..